ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARAMAN KECAMATAN SEMENDAWAI SUKU III KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2021
DOI:
https://doi.org/10.58231/jkbh.v15i01.253Keywords:
Faktor resiko, Kejadian diare, BalitaAbstract
Masalah Diare merupakan penyebab kematian terbesar kedua pada balita didunia setelah penyakit pneumonia. Kejadian prevalensi saat ini terhadap tingginya kasus diare disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor instrinsik dan ekstrinsik. Adapun faktor instrinsik adalah faktor yang dikarenakan dari orang tua meliputi riwayat pemberian ASI, pengetahuan dan sikap ibu. Pengetahuan dan sikap itu merupakan modal dasar dalam perawatan anak balita dalam masa sakit seperti diare. Tujuan penelitian diketahuinya faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taraman Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional dengan uji chi square dengan jumlah sampel 37 responden yang diambil secara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 April 2021 hingga 12 Juni Tahun 2021. Hasil analisa didapatkan bahwa terdapatnya hubungan riwayat pemberian ASI (P value 0,002), pengetahuan ibu (P value0,011) dan sikap ibu (P value 0,026) yang signifikan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Taraman Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur. Simpulan ada hubungan antara hubungan riwayat pemberian ASI, pengetahuan ibu dan sikap ibu yang signifikan dengan kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Taraman Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU Timur tahun 2021. Disarankan agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dilanjutkan dengan pemberian ASI sampai bayi berusia 2 tahun.
References
Ache, S. 2016. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.
Achmadi, Umar Fachmi. 2018. Dasar-Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan, Jakarta : Rajawali Press.
Arif. 2016. Hubungan Perilaku Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia Sekolah. Skripsi : Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Buku Pelaksanaan Program P2 Diare. Jakarta: Depkes RI.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat. 2020. Laporan Data Kasus Diare Kabupaten Lahat Tahun 2020.
Dwi Yuliani. 2018. Faktor Risiko Kejadian Diare pada Penderita Umur 15-24 Tahun di RSUD Kabupaten Temanggung Tahun 2008. Skripsi: Universitas Negeri Semarang.
Ficher Tambuwun, Amatus yudi Ismanto, Wico. 2015. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Manado, e-KP,Volume 3, Nomor 2, 2015.
Hariza. 2018. Ilmu Kesehatan Masyarakat : Buku Ajar Medical Book. Yogyakarta: Muha Medika.
Heni. 2019. Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Diare pada Anak Usia Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Jumantono, Volume 2, Nomor 1, 2019.
Indriasari, Devi. 2019. A-Z Deteksi, Obati, dan Cegah Penyakit, Yogyakarta: Pustaka Grahatama.
Irianto Joko, Sri Soesanto, Inswiarih, Sri Irianti,Anthena Anwar. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Diare pada Anak Balita. Buletin Kesehatan 23: 2-3.
Hidayat. 2018. Pengantar Ilmu Kesehatan5A7nak. Jakarta: Salemba Medika
. 2009. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1, Jakarta: Salemba Medika. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2011, Buletin Jendela Datadan Informasi Kesehatan Volume 2 Triwulan 2. Jakarta: Kemenkes RI.
Khomsan. 2018. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan, Jakarta: Raja Graha Persada. Mohammad J, Sri S.Y, Hanifah O, Sjanjul A, Ina R., Nenny S, (2011), Gastroenterologi dan hepatologi. Jakarta : Badan Penerbit IDAI.
Nelly. 2017. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Batita di Wilayah Kerka Puskesmas Baranglompo Kecamatan Ujung Tanah Tahun 2013,e-kp volume , Nomor 2, 2017.
Ngastiyah. 2015. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. Notoatmodjo, Soekidjo. 2015. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Riskesdas RI. 2016. Badan Penelitian dan Pengembanagan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
Sardjana. 2017. Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta : UIN Jakarta Press. Sitorus. 2018. Penanganan Penyakit Diare. Jakarta : Erlangga.
Siti Fathonah. 2015. Higiene dan Sanitasi Makanan, Semarang: UNNES Press. Sjamsunir, Adam, 2008, Hygiene Perseorangan, Jakarta: Bharata Karya Aksara. Soebagyo, 2010, Diare Akut. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
Soegeng Soegijanto. 2016. Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. Jakarta: EGC.
Sri Winarsih. 2019. Pengetahuan Sanitasi dan Aplikasinya, Semarang : CV Aneka Ilmu.
Suharyono. 2018. Diare Akut Klinik dan Laboratorik. Jakarta: Rineka Cipta. Suroso. 2019. Diare pada Anak. Yogyakarta: Media Pustaka.
Umiati. 2017. Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali Tahun 2009. Skripsi: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
WHO. 2019. The Top 10 Causes of Death. Diakses dari http // www.who.intpada tanggal 8 Nov 2015.
Wibowo. 2018. Faktor-faktor Resiko Kejadian Diare Berdarah pada Balita di Kabupaten Sleman, Berita Kedokteran Masyarakat, Volume 20, Nomor 1, Maret 2004 :41-48.
Widjaja. 2017. Mengatasi Diare dan Keracunan Pada Balita. Jakarta: Kawan Pustaka.
Widoyono. 2018. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.
Widyastuti. 2015. Epidemiologi Suatu Pengantar, edisi 2. Jakarta : EGC. Wong, 2017, Marilyn, David, Patricia, 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatric. Jakarta: EGC.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Andi Andoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



